close
Home Mama Involve ‘Kotor’ di Dapur Membuat Anak Cerdas

‘Kotor’ di Dapur Membuat Anak Cerdas

Sahabat Mama, buah hati Anda senang main di dapur? Hm…tak perlu dilarang ya. Main “kotor-kotoran” di dapur justru menimbulkan banyak efek positif. Di antaranya adalah seperti dijelaskan Siti Fatrinisa Hasanah, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari RS Pertamedika Sentul City, Bogor :

  1. Aktivitas bermain didapur dapat mengajarkan matematika sederhana buat anak. Kegiatan memasak seperti menghitung, mengukur, mengisi cairan dalam mangkok, sendok dan mengaduknya juga merupakan proses yang menarik diikuti anak untuk memahami jumlah yang tepat pada penggunaan resep.
  2. Memperkaya kosakata anak. Dengan aktivitas di dapur maka dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak dengan memperkenalkan berbagai bahan makanan dan alat memasak atau apapun yang ada didapur.
  3. Dapat mengembangkan konsep anak. Anak dapat diajarkan terkait konsep-konsep yang berkaitan dengan berat, isi, ukuran dan bentuk dengan berbagai contoh konkret.
  4. Mengajarkan tentang kerja Kegiatan di dapur dapat meningkatkan kemampuan anak untuk dapat bekerja sama dengan teman atau orangtua. Hal ini juga termasuk melatih anak untuk bersabar menunggu gilirannya dan bersenang-senang dengan aktivitasnya.
  5. Melatih daya imajinasi dan kreativitas anak. Memasak adalah cara lain untuk menyalurkan kreativitas, tak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak. Memasak memberikan kesempatan anak untuk bereksperimen dengan kombinasi rasa, warna serta tekstur.
  6. Melatih motorik, belajar dan menciptakan memori.
  7. Membangun kemampuan tertentu. Dapur adalah tempat yang baik untuk membantu anak melatih kemampuan atau keahlian tertentu. Mengizinkan anak untuk menggunakan alat-alat tertentu membantu anak melatih motorik anak.
  8. Mengajarkan anak untuk bertanggung jawab. Mengizinkan anak membantu di dapur sama dengan membantu melatih tanggung jawab. Anak-anak suka merasa dilibatkan dan umumnya mereka akan sangat bersedia membantu untuk menyiapkan makanan atau camilan.
  9. Meningkatkan kedekatan, kehangatan dan rasa cinta antara orangtua dan anak. Kegiatan belajar-mengajar merupakan salah satu bentuk interaksi. Begitu pula dengan kegiatan memasak bersama yang secara tidak langsung mama mengajarkan masak pada sang buah hati anak merupakan salah satu bentuk interaksi yang positif. Semakin sering interaksi dilakukan pada anak, akan semakin meningkat pula kehangatan dan rasa cinta antara orangtua dan anak. (hil)

Foto: freepik.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

П�‡ Hardly any Deposit Plus specials �† ‘ Merely With Sign-up �† ‘ Hold Precisely what Most people WIN!

Port model devices are ordinarily the actual most well-known version of web on line casino us pleasure, each of those http://farzane-vaziritabar.com/2019/09/04/little-known-factual-statements-about-online-slot/ for land-based...

17 Effortless Approaches To Be A Better Husband For Your Spouse Each And Every Day

17 Effortless Approaches To Be A Better Husband For Your Spouse Each And Every Day For just about any man that is a spouse,...

The Orgasm Gap Isn’t In Regards To The Friend Zone

The Orgasm Gap Isn't In Regards To The Friend Zone Think females and stop excuses that are making guys. I’ve been learning plenty from the...

Compare Mortgage Loan Processing Costs along with other Fees

Compare Mortgage Loan Processing Costs along with other Fees Mortgage processing costs -Most banks charge processing costs all the way to Rs. 10,000...

Recent Comments